Jakarta - Kader muda Partai Golkar (PG) yang tergabung dalam Forum Paradigma Gerakan Muda Indonesia (FPGMI) menerima kebijakan yang diambil Ketua Umum PG Aburizal Bakrie (ARB). Ini terkait dukungan pada pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) pada pemilihan presiden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Bagi FPGMI, apa yang diambil ARB adalah sebuah keputusan yang tepat dan terukur.
"Saya melihat bang Ical (ARB, Red) sangat cerdas dan lebih mementingkan soliditas partai ke depan secara jangka panjang. Bukan hanya sekedar demi kepentingan perhelatan politik dua bulan ke depan ini saja," kata anggota FPGMI Poempida Hidayatulloh Djatiutomo di Jakarta, Sabtu (24/5).
Sebagaimana diketahui, puluhan kader muda PG yang tergabung dalam FPGMI menyatakan diri mendukung pasangan Jokowi-JK. Mereka menolak mengikuti putusan PG yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa pada Pilpres.
Atas sikap tersebut, anggota FPGMI terancam dipecat dari kader partai. Namun ARB tidak mengambil tindakan pemecatan. ARB hanya meminta mereka mundur dari jabatan di struktur partai.
"Pak Ical meminta kader yang mendukung Jokowi-JK untuk mundur dari jabatan struktural partai, tetapi tidak ada pemecatan sebagai kader. Saya sangat apresiatif terhadap keputusan itu. Karena untuk seorang kader yang paling penting itu adalah tetap menjadi anggota partai. Apa pun posisi politiknya," ujar Poempida.
Suara Pembaruan
Penulis: R-14/MUT
Sumber : http://www.beritasatu.com
"Saya melihat bang Ical (ARB, Red) sangat cerdas dan lebih mementingkan soliditas partai ke depan secara jangka panjang. Bukan hanya sekedar demi kepentingan perhelatan politik dua bulan ke depan ini saja," kata anggota FPGMI Poempida Hidayatulloh Djatiutomo di Jakarta, Sabtu (24/5).
Sebagaimana diketahui, puluhan kader muda PG yang tergabung dalam FPGMI menyatakan diri mendukung pasangan Jokowi-JK. Mereka menolak mengikuti putusan PG yang mendukung pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa pada Pilpres.
Atas sikap tersebut, anggota FPGMI terancam dipecat dari kader partai. Namun ARB tidak mengambil tindakan pemecatan. ARB hanya meminta mereka mundur dari jabatan di struktur partai.
"Pak Ical meminta kader yang mendukung Jokowi-JK untuk mundur dari jabatan struktural partai, tetapi tidak ada pemecatan sebagai kader. Saya sangat apresiatif terhadap keputusan itu. Karena untuk seorang kader yang paling penting itu adalah tetap menjadi anggota partai. Apa pun posisi politiknya," ujar Poempida.
Suara Pembaruan
Penulis: R-14/MUT
Sumber : http://www.beritasatu.com

0 komentar:
Posting Komentar