JAKARTA - Calon presiden yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Hanura, Joko Widodo telah menjatuhkan pilihan ke Jusuf Kalla sebagai pendampingnya sebagi calon wakil presiden.
Pengamat Politik Andi Saifulhaq mengatakan, pilihan Jokowi ke JK itu pun dinilai tak lepas dari kepentingan lobi-lobi politik ketimbang kepentingan rakyat. "Jelas itu hasil lobi-lobi politik. JK itu bukan murni keputusan Jokowi," kata Andi dalam keterangan persnya, Senin (19/5/2014).
Andi menuturkan, sebagai pendamping Jokowi, nantinya JK akan menghadirkan masalah bagi mantan Wali Kota Solo itu terutama dalam masalah komunikasi. "Kendala komunikasi pasti akan ada. Apalagi JK punya bisnis. Idealnya pendamping Jokowi seperti Ahok. Sama-sama muda dan mencerminkan perubahan," ujarnya.
Sekadar catatan, saat menjadi pendamping SBY di periode 2004-2009, JK memiliki beberapa kebijakan yang dianggap kontroversi Pengadaan Helikopter Bencana pasca tsunami di Aceh dan Nias. Helikopter jenis BO 105 itu dibeli lewat PT Air Transport Services, perusahaan yang terafiliasi ke Bukaka, grup usaha milik Kalla.
Kebijakan untuk Proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dinilai menguntungkan PT Lintas Marga Sedaya. Lintas Marga adalah konsorsium yang antara lain dimiliki oleh PT Bukaka Teknik Utama.
Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara berkapasitas total 10 ribu megawatt yang melibatkan PT Bukaka Teknik Utama, PT Bakrie & Brothers, PT Medco Energi, PT Inti Karya Persada Teknik milik Bob Hasan, dan PT Tripatra milik Iman Taufik (pemilik tak langsung PT Bumi Resources). Terakhir pencabutan Suspensi Saham Bakrie pada 2008.
Sumber : http://www.tribunnews.com
Pengamat Politik Andi Saifulhaq mengatakan, pilihan Jokowi ke JK itu pun dinilai tak lepas dari kepentingan lobi-lobi politik ketimbang kepentingan rakyat. "Jelas itu hasil lobi-lobi politik. JK itu bukan murni keputusan Jokowi," kata Andi dalam keterangan persnya, Senin (19/5/2014).
Andi menuturkan, sebagai pendamping Jokowi, nantinya JK akan menghadirkan masalah bagi mantan Wali Kota Solo itu terutama dalam masalah komunikasi. "Kendala komunikasi pasti akan ada. Apalagi JK punya bisnis. Idealnya pendamping Jokowi seperti Ahok. Sama-sama muda dan mencerminkan perubahan," ujarnya.
Sekadar catatan, saat menjadi pendamping SBY di periode 2004-2009, JK memiliki beberapa kebijakan yang dianggap kontroversi Pengadaan Helikopter Bencana pasca tsunami di Aceh dan Nias. Helikopter jenis BO 105 itu dibeli lewat PT Air Transport Services, perusahaan yang terafiliasi ke Bukaka, grup usaha milik Kalla.
Kebijakan untuk Proyek Jalan Tol Trans Jawa yang dinilai menguntungkan PT Lintas Marga Sedaya. Lintas Marga adalah konsorsium yang antara lain dimiliki oleh PT Bukaka Teknik Utama.
Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara berkapasitas total 10 ribu megawatt yang melibatkan PT Bukaka Teknik Utama, PT Bakrie & Brothers, PT Medco Energi, PT Inti Karya Persada Teknik milik Bob Hasan, dan PT Tripatra milik Iman Taufik (pemilik tak langsung PT Bumi Resources). Terakhir pencabutan Suspensi Saham Bakrie pada 2008.
Sumber : http://www.tribunnews.com

0 komentar:
Posting Komentar